Soft Launching Transportasi Sungai dan Peresmian Terminal Batubara Muara Lawai Lahat

INDONESIASATU.CO.ID:

LAHAT - Kabupaten Lahat kini memiliki Transportasi Air untuk mengangkut hasil tambang seperti batubara, pasir batu, semen dan lainnya, Hal ini diresmikan untuk stokpile dan dermaga PT Batubara Mandiri.

Peresmian sendiri diawali dengan penandatangan prasasti oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru dengan memecahkan kendi dan pelepasan dua tongkang yang mengakut batubara.

Chairman sekaligus Presiden direktur PT Batubara Mandiri, H Baharudin mengungkapkan bahwa " Dalam uji coba ini ada dua tongkang 100 feet dengan kapasitas sekitar 350 ton Via Sungai Lematang, masuk ke stokpile dan dermaga batubara Muara Lawai. Lalu ke Muara Lematang dan Bagus Kuning Palembang. Tongkang tersebut akan melalui 50 jembatan gantung dan 5 jembatan permanen".

 “Alhamdulillah semuanya tidak perlu lagi melintas di jalan umum, batubara cukup dibawa masuk ke terminal batubara muara lawai pada malam hari, dikarenakan ada rekomendasi dari Gubernur Provinsi Sumsel,” beber H Baharudin diampingi General Manager PT Batubara Mandiri Adi Dharma, Kamis (11/04/19).

 Ditambahkan manager operasional PT Batubara Mandiri yakni Ari " bahwa dari dua armada tongkang tersebut, bisa mengangkut 6 kali perharinya selama 24 jam. Sementara untuk perusahaan yang sudah bekerja sama yakni PT Sinar Musi Jaya mengakut batubara pasir, split, koral. Lalu PT Liannex Corporotion bergerak di bidang batubara semen, logistik dan tranding komoditas".

Sementara Bupati Lahat, Cik Ujang SH menyebutkan " Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat sangat mendukung, apalagi ada rekomendasi dari Gubernur Sumsel melalui transportasi air".

" Demi kepentingan masyarakat termasuk PAD sangat mendukung dan transportasi sungai berjalan lancar, masuk ke terminal batubara muara lawai,” tukasnya.

Gubernur Provinsi Sumsel, H Herman Deru SH MM mengemukakan " Adanya transportasi air mengurangi arus di jalan umum dibuktikan serta ditunjang ada pengangkutan via sungai, melalui penelitian tidak sederhana dengan memperhatikan debit air, bobot angkut serta lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Masih banyak dilengkapi, sambung dia, utamanya tenaga kerja, dimana peraturan daerah (perda) mengatur tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas dinamis kondisi alam dan cuaca makin harus perhatikan lingkungan air ekosistemnya. Maka, konsep sangat baik yakni sama-sama menguntungkan tidak ada dirugikan,” ungkap H Herman Deru.

" Selain itu, perusahaan juga harus memperhatikan lingkungan termasuk debu yang jelas terkait masalah lingkungan kita tidak main- main dan bila tidak diperhatikan akan kita cabut," tegas Herman Deru.

(Andespa Lahat )

  • Whatsapp

Index Berita