Sanusi Laporkan Anak Kades

INDONESIASATU.CO.ID:

LAHAT - Sanusi (60) mengalami patah tangan dan harus menjalani rawat jalan akibat terjatuh didorong oleh putra seorang Kepala Desa Penantian, Pangky Suwito (30).

Sanusi yang merupakan Warga Babat Baru, Kecamatan Kikim Barat, Lahat, Sumsel itu juga telah melaporkan kejadian tersebut di Polsek Kikim Barat. Patahnya tangan sebelah kiri Sanusi terjadi lantaran, pada Jumat (1/3/2019) lalu sekitar pukul 01.00 WIB, saat dirinya menaruh curiga, ada seseorang laki-laki yang telah masuk ke dalam rumah keponakannya Evitri Hidayati (30).

Bersama warga dan perangkat desa, melakukan penggerbekan dirumah A Ramadhani (33) karena menduga sesuatu yang terlarang terjadi. Benar saja, laki laki yang masuk kerumah tersebut, adalah Pangky Suwito yang telah sah bercerai secara agama dengan Evitri Hidayati. Tak terima, Pangky yang tercatat sebagai warga Desa Penantian, Kikim Barat, Lahat itu mengamuk serta mengancam warga.

" Sudah kami katakan jangan ngamuk, selesaikan secara baik baik, karena ini ada rombongan perangkat Desa," Kata Sanusi saat dibincangi, Kamis (14/03/19). Tak sampai disitu, rupanya Pangky yang berprofesi sebagai Security di salah satu perusahaan Sawit itu, yang kerap disapa Iin melaporkan kerjadian itu kepada Susanto, Kades Desa Penantian yang merupakan ayah kandungnya.

Dengan membawa pasukan sekitar 30 orang dari desanya yang membawa senjata tajam, Kades tersebut ikut mengamuk dan turut mengancam para warga desa Babat Baru yang telah melakukan penggerbekan terhadap anaknya.

" Dia ( Susanto ) datang ramai ramai bersama rombongan sekitar 30 orang membawa sajam dan mengancam kami para warga yang melakukan penggerbekan terhadap anaknya," Jelas Sanusi seraya mengatakan bahwa dirinya bersama warga yang telah ketakutan dan tidak berani melakukan perlawanan, sempat meminta kepada Susanto agar tidak melakukan hal yang tidak diinginkan. Meskipun pada akhirnya aksi tersebut tidak menelan korban jiwa dan ditertibkan oleh pihak Polsek Kikim Barat. Aksi dorong sempat terjadi antara Sanusi dengan Pangky, yang mengakibatkan Sanusi terjatuh sehingga tangan kirinya mengalami patah tulang.

Karena tidak terima atas perlakuan tersebut, akhirnya dirinya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak polsek Kikik barat, dengan LP LPB/11/III/2019 tanggal 01 Maret 2019. " Tangan saya patah karena jatuh disemen akibat didorong oleh Pangky.

Saya tak terima dan langsung melapor kepada Polsek sorenya," Bebernya. "Sementara, Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, melalui Kapolsek Kikim Barat, Iptu Herdi Pakhrudin, membenarkan adanya kejadian itu. Sesuai LP LPB/11/III/2019 tertanggal 01 Maret 2019. Korban atas nama Sanusi melaporkan Pangky Suwito, dengan tuduhan penganiayaan. Saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan, saksi-saksi juga telah di BAP, hanya saja pihaknya belum mendapatkan hasil visum pelapor.

"Perkara yang dilaporkan soal penganiayaan. Laporan korban bukan tidak ditindaklanjuti, kita masih proses penyelidikan. Visumnya juga rencananya Senin ini. Bukan juga kita tidak ingin menahan terlapor, kita masih menunggu alat bukti lainnya," katanya, Sabtu (16/3/2019), sekitar pukul 15.20WIB via seluler.

( Andespa Lahat )

  • Whatsapp

Index Berita